Monday, 25 May 2015

Uang Kuno Kertas Seri Sukarno (1960 - 1961)

Berlaku di Propinsi Irian Barat pada tahun 1963-1973 setelah Belanda meninggalkan daerah tersebut, seri Irian Barat ini digunakan sebagai pengganti uang gulden Nederlands Niew Guinea (akan dibahas di lain kesempatan). Semua uang kertas dalam seri ini walaupun bentuk, dan ukurannya sama dengan uang seri Sukarno tahun 1960 yang berlaku secara nasional, mempunyai warna yang berbeda serta terdapat cap IRIAN BARAT.

Pecahan 1 Rupiah
.
Berwarna kuning orange, pengaman bukan berupa tanda air tetapi kertas yang berserat halus. Nomor seri terdiri dari 3 huruf dan selalu dimulai dengan IB (Irian Barat), disusul 1 huruf lain dan 6 angka merah. Pecahan ini termasuk sulit ditemukan dalam kondisi UNC.

Pecahan 2,5 Rupiah
Ukuran, gambar depan dan pengaman sama persis dengan pecahan sebelumnya, berwarna ungu, sistem penomoran sama dengan pecahan 1 Rupiah. Lebih sulit ditemukan dan bernilai sedikit lebih tinggi daripada pecahan 1 Rupiah. 

Pecahan 5 Rupiah
.
Mulai pecahan ini dan seterusnya mempunyai tanda air bergambar Sukarno. Sistem penomoran juga terdiri dari 3 huruf yang selalu dimulai dengan IB, semuanya berwarna merah. 

Pecahan 10 Rupiah
.
Berwarna merah muda dan bertanda air Sukarno. Sistem penomoran juga sama dengan yang lainnya, selalu dimulai dengan IB dan berwarna merah. 

Pecahan 100 Rupiah

Merupakan pecahan terbesar sekaligus tersulit ditemukan. Berwarna hijau dengan watermark Sukarno. Nomor seri juga berwarna merah dan selalu dimulai dengan huruf IB. 

Seri Sukarno RIAU

Mulai diberlakukan tanggal 15 Oktober 1963 menggantikan seri Ratu Elizabeth yang bertahun 1953 (Malaya and British Borneo). Seri ini hanya beredar sekitar 1 tahun saja sehingga lebih langka dan lebih sulit dijumpai. Kurs yang berlaku saat itu adalah 1 Riau Rupiah = 14,7 Indonesia Rupiah.

Semua pecahan seri Riau nomor serinya berwarna hitam dan selalu dimulai dengan huruf KR (Kepulauan Riau).

Pecahan 1 Rupiah
Berwarna orange (sama dengan Irian Barat), tidak mempunyai watermark tetapi kertas yang digunakan berserat halus. Pecahan ini sangat sulit ditemukan dalam kondisi UNC.

Pecahan 2,5 Rupiah
Berwarna biru tua yang mirip dengan seri Borneo. 

Pecahan 5 Rupiah
Bentuk dan warnanya sama seperti seri Sukarno 1960 yang beredar luas di wilayah Indonesia lainnya, sehingga pecahan ini seringkali dipalsukan. Cara membedakannya cukup sulit, pertama dengan memperhatikan tanda airnya yaitu Sukarno, kedua memperhatikan nomor serinya yang selalu dimulai dengan huruf KR berwarna merah dan disusul dengan 3 huruf yang selalu dimulai dengan X berwarna hitam. Contoh : KR XAB, KR XFT, KR XDY. Dan ketiga dengan memperhatikan cap RIAU nya.

Pecahan 10 Rupiah
.
Bentuk dan warnanya mirip dengan pecahan yang sama dari seri Irian Barat. 

Pecahan 100 Rupiah

Merupakan pecahan terbesar sekaligus tersulit dijumpai. Sangat langka dan bernilai tinggi. Hampir tidak pernah ditemukan yang berkondisi UNC, gambar di bawah ini merupakan pecahan 100 rupiah versi beredar terbaik yang pernah saya jumpai. 




No comments:

Post a Comment